
“Hhhh…..lagi-lagi aku tersesat.” Hyde mengucapkan itu, sambil tangan kanannya merapihkan rambut hitam panjangnya kembali ke belakang telinga. Memang ini sudah yang kesekian kalinya dia tersesat di stasiun TV. Malam ini dia dan bandnya akan mengikuti acara Talk Show di sebuah stasiun TV. Dia memutuskan ingin keluar sebentar untuk mencari udara segar.“Sekarang kemana aku harus pergi... Mungkin Tetsu dan yang lainnya akan pusing gara-gara aku hilang.”
Hyde terlihat sangat cantik hari itu, mengenakan baju long drees putih-biru panjang. Begitulah...sehingga ketika dia sedang berjalan, banyak pria yang mengagumi dirinya. “Kemana yah...ah, mungkin harus belok ke sini.” Hyde berbelok ka arah lorong sebelah kiri. “ Studio 4...Studio 4...Ahhh....jalan buntu.” Dia benar-benar buta arah. Sekarang yang ada di depannya adalah pintu staff karyawan studio TV itu.
Hyde kembali lagi kearah awal. Terus mencari studio yang harus dia tuju. [selamat berjuang Hy-chan]
~*~*~*~*~
“Tetsuuu...Hyde tidak ada...” Ken berteriak ke arah Tetsu, yang sedang asyik dengan bass-nya.
“Bukannya itu sudah biasa Ken?” Jawabnya dengan tenang, sambil tetap asyik dengan bass-nya.
“Tapi bukannya 30 menit lagi acara akan dimulai?”
“Tenang saja, bukankah setiap dia hilang dia pasti akan kembali sebelum waktunya? Sabarlah Ken...seperti Sakura.” Jawab Tetsu, sambil melihat sedikit kearah Ken lalu kembali lagi mengatur bass-nya.
“Tapi Tetsu, apa kau tau...ini pertama kalinya kita muncul di stasiun TV ini?”sergah Ken terhadap kecuekan Tetsu dengan nada khawatir. “Dan kau pasti tahu maksudku...” Tambahnya lagi.,
“Apa maksudnya?” Tanya Sakura yang dari tadi sedang asyik bermain video game.
Tetsu yang dari tadi sibuk mengatur bassnya, perhatiannya mulai teralihkan mendengar kata-kata Ken.”Pertama kali?!” matanya mulai membesar mengulangi perkataan Ken. “Gawat...kita harus mencarinya...!!”
“Hahh....Hyde si tukang bikin masalah dan si buta arah..(-_-“)” Sakura berbicara sendiri.
“Bagaimana caranya? Dia sudah keluar kira-kira...hmm...30 menit lalu..” Tanya Ken. “Lagipula, kita tidak tahu dimana sekarang Hyde berada?”
“Bagaimana kalau kita ke bagian informasi untuk menggumumkan orang hilang?” Sakura memberi ide.
“Jangan....jangan...itu terlihat sangat memalukan. Kita harus mencarinya sendiri.” Tolak Tetsu terhadap ide yang diberikan Yukki. “Aku akan bilang ke yang lain, kita keluar dulu untuk mencari udara segar.”
“Tapi Tetsu, bukannya itu terasa janggal? Acara akan dimulai 30 menit lagi..uhm..tepatnya 25 menit lagi.” Tanya Ken yang masih binggung.
“Maka dari itu, kita harus menemukan dia dalam waktu yang sempit ini. Anggaplah sebagai sebuah tantangan kuis untuk menemukan benda yang hilang.” Jawab si rambut merah semi-panjang. “Ayo cepat kita harus mencarinya. Kalian mulai keluar mencarinya, aku akan bicara kepada manager dulu. Ingat, 5 menit sebelum acara dimulai, kalian harus kembali bersama Hyde.”
“Baik.” Jawab Ken dan Sakura bersamaan.
Mereka keluar dari ruang tunggu. Dengan misi untuk menemukan Hyde....^^
~*~*~*~*~
Sementara itu dilain tempat di stasiun TV yang sama........
“Hei...kau mau kemana? Acara akan dimulai 20 menit lagi.” Tanya Kozi.
“Ah, aku hanya mau keluar sebentar. Melihat-lihat. Terlalu lama di ruang tunggu membuat suntuk.”
“Gackt-kun. Kau boleh keluar tapi kembali lagi sebelum acara dimulai, 5 menit sebelumnya, okay?” Perintah Mana dengan nada yang datar.
“Okay..” Jawab Gackt sambil keluar dari pintu yang sudah terbuka.
Setelah Gackt pergi, Kozi menghampiri Mana. “Kau terlalu memanjakannya, kau tahu itu?”
“Ouh..yah? Kupikir dia hanya perlu berbuat apa yang dia mau.”
“Itu sama saja dengan memanjakannya tau...” Kozi membenarkan apa yang dia ucapkan tadi dengan wajah sedikit sebel. “Dan itu akan membuat dia tambah keras kepala.”
“Gackt-kun adalah tipe orang yang bebas. Kita tidak akan bisa mengekangnya. Terlihat dari sikap dan sinar matanya.” Mana yang sedang membaca buku, menaruh bukunya dan meliat keluar jendela. “Seperti burung yang bisa terbang kemana saja.”
“Ah.....kau jadi sok puitis...” Sambil berkata seperti itu, Kozi berbalik kembali ke kursinya. Mana hanya tersenyum melihatnya.
~*~*~*~*~
“Ukh.....capek...sudah berjalan kesana kemari, tapi sama sekali aku tidak menemukannya.” Ucap Hyde sambil bersandar ke pojok dinding, dan duduk di lantai. “Dimana aku sekarang?” tanyanya lagi pada dirinya sambil menempatkan wajahnya di lututnya. Yah...Hyde dia terlalu pemalu untuk bertanya pada orang lain. Sikap itulah yang membuatnya sekarang harus duduk sendirian di lantai di lorong yang sepi.
“Tetchan....Sakura, kalian dimana?” Suaranya hampir seperti suara orang hendak menangis. Dia betul-betul tersesat sekarang. Sudah setengah jam lebih dia tersesat dan tidak tahu kearah mana studio acaranya akan berlangsung dan ruang tunggunya juga. Bener-benar seperti anak hilang. “Okay, aku akan menunggu di sini saja, mungkin mereka akan menemukanku di sini.” Putusnya. Sesudah itu dia mulai menyanyikan lagu Sayonara dengan suara pelan. Dan itu berlangsung selama beberapa waktu...sampai....
“Apa yang sedang kau lakukan di sini” Tanya seseorang yang suaranya belum dia kenal. Hyde lalu mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang berbicara. Sesosok pria dengan baju eropa zaman pertengahan berdiri dihadapannya. Yah, dia adalah Gackt. “Seorang gadis duduk sendirian di sini. Apa ada yang bisa saya bantu?”
Hyde sedikit terkejut dan takut. “Ah, tidak ada apa-apa. Dan satu lagi aku bukan seorang wanita...” Tambahnya lagi dengan memberi penekanan pada kata terakhir.
“Gomen.” Ucap Gackt kepadanya sambil berjongkok di depan Hyde. “Kupikir kau seorang wanita dari cara berpakaian. Maafkan aku..”
“Uh-mh...tidak apa-apa, aku bisa maklum jika kau berkata seperti itu. Semua orang juga berpikir begitu jika melihat cara berpakaianku.” Jawabnya, sambil mengalihkan pandangannya menjauh dari pandangan mata Gackt.
Entah mengapa, dia tidak bisa menatap mata itu, padahal selama ini menatap mata teman-temannya seperti biasa saja. Tapi sekarang, dia merasa gugup...dan jantungnya berdebar dengan irama cepat....’Ada apa dengan diriku?’ tanyanya dalam hati....
“oh...” respon Gackt terhadap perkataan Hyde. Lalu ia bergerak ke samping Hyde. “Apa aku boleh duduk di sini? Di sampingmu?” Hyde diam sebentar, lalu mengangguk.
Gackt duduk di samping Hyde. Mereka tetap dalam posisi itu selama beberapa saat. Diam. Tidak berbicara satu sama lain. Sampai Gackt mulai berbicara untuk memecahkan keheningan suasana....
“Lalu...jika aku boleh tau, apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya lagi.
Hyde diam sebentar. Memutuskan menjawabnya atau tidak. Tapi akhirnya dia berbicara. “Aku tersesat.”
“Eh..?!”
“Yah, begitulah...Tersesat.” Hyde lalu melirik kaerah Gackt yang menahan tertawa. Gackt menyadarinya.








0 Comments:
Post a Comment
<< Home